Welcome to my site

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipisicing elit, sed do eiusmod tempor incididunt ut labore et dolore magna aliqua. Ut enim ad minim veniam, quis nostrud exercitation ullamco laboris nisi ut aliquip ex ea commodo consequat.

Duis aute irure dolor in reprehenderit in voluptate velit esse cillum dolore eu fugiat nulla pariatur. Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum. ed ut perspiciatis unde omnis iste.

" Small is the number of people who see with their own eyes, think with their own minds and feel with their own hearts " (Albert Hermann Einstein)

= contact me at ndre@engineer.com or click on my facebook badge =

Mengenal Web OS



Sebuah perkembangan teknologi benar-benar memberikan kontribusi yang sangat positif terhadap berbagai lapisan masyarakat tidak lepas dari anggapan adanya perbedaan yang sering kita dengar sejak dahulu, bahwa segala kemajuan dunia (khususnya IPTEK) hanya dapat dirasakan oleh mereka-mereka yang tengah berada atau bahkan akan berada ditahap kemampuan ekonomi (finansial) yang cukup baik saja. Bahkan dikondisi era globalisasi seperti sekarang ini tak jarang kita jumpai dengan elegannya para petani, nelayan, tukan kebun dan dari berbagai latar belakang yang umumnya terdapat di Indonesia merasakan dampak dari kemajuan dan keperkasaan teknologi yang terus mengalami kebangkitan dari waktu ke waktu. Pada pembahasan kali saya (penulis) akan mencoba memaparkan salah satu kebaikan dari sekian banyak kebaikan yang digagas oleh para ahli terus berjuang dalam mengembangankan ide brilian mereka (khususnya IPTEK) yaitu Web OS (Web Operating Sistem) atau dalam bahasa Indonesianya itu disebut Sistem Operasi Web (meskipun terdengar kurang enak, begitulah yang terdapat pada benak penerjemah -kondang- seperti saya ) yang tentunya memiliki banyak kelebihan, meskipun saya sendiri belum diberi kesempatan untuk dapat memilikinya hingga saat ini .
 Ok deh kita segera memulainya, kita memahami bahwa didalam metacomputing, WebOS dan sistem operasi web adalah istilah yang menggambarkan layanan jaringan untuk skala Internet komputasi terdistribusi, seperti dalam Proyek WebOS di University California of Berkeley, dan Proyek WOS Dalam kedua kasus tersebut, skala sistem operasi web meluas di Internet, seperti web yang dapat diakses dengan berbagai media seperti yang terjadi dikebanyakan masyarakat sekarang-sekarang ini.
However, istilah WebOS dan sistem operasi web telah mempekerjakan lebih luas dan dengan popularitas jauh lebih besar dalam konteks "web seperti dalam HTTP", dan untuk berbagai tujuan mulai dari sistem tunggal untuk koleksi sistem dan lebih banyak lagi tentunya. Pada April 2002 misalnya, Tim O'Reilly berbicara tentang "munculnya sistem operasi Internet" sebagai sebuah pelengkap atau pendekatan terbuka untuk sebuah layanan Web.
Umumnya digunakan sebagai pelengkap sistem, sistem operasi Web berbeda dengan sistem operasi internet dalam hal ini tidak tergantung pada sistem operasi komputer tradisional yang biasa dimilki individu. Konsepsi sistempun mencerminkan evolusi dari penelitian di bidang sistem operasi yang lebih menjanjikan dan semakin diminimalkan (misalnya, TinyOS dan Exokernel) dan sistem terdistribusi (misalnya, Inferno), dan untuk didistribusikan nantinya sehingga dapat didefinisikan dalam bentuk spesifikasinya yang ditunjang dari protokol jaringan yang mereka kelola dan dapat implementasikan secara terpadu oleh mereka tentunya (misalnya: Plan9's 9p).
Dalam penggunaannya hal berkiblat pada layanan jaringan tunggal, sebuah sistem operasi Web merupakan nama lain untuk Webtop (bukan leptop sobat. ). Layanan ini dapat mengubah desktop yang tadinya hanya mengandalkan jaringan local saja (tunggal) menjadi sebuah layanan yang dapat beroperasi di Internet dengan kecakupan yang memadai, tentunya bukan hanya pada komputer lokal. Sebagai sebuah layanan, hal ini termasuk sistem file dan sistem aplikasi manajemen.
Dalam penggunaannya pula mengacu pada desktop (atau handheld) lingkungan aplikasi komputer, sistem operasi Web adalah sistem operasi tradisional yang berfokus pada aplikasi Web yang saling mendukung kapibilitas sendiri, atau sistem operasi desktop hanya menyediakan akses Web. Sistem seperti ini juga sering dikenal sebagai kios atau penyedia peralatan.


Umum untuk menggunakan untuk koleksi sistem, sistem operasi Web berbeda dari Internet sistem operasi dalam hal itu tidak tergantung dari sistem operasi komputer tradisional individu. Konsepsi sistem mencerminkan evolusi dari penelitian di bidang sistem operasi ke dalam semakin diminimalkan (misalnya, TinyOS dan Exokernel) dan sistem terdistribusi (misalnya, Inferno), dan untuk didistribusikan semakin didefinisikan dalam bentuk spesifikasi dari mereka protokol jaringan lebih dari implementasi mereka (misalnya, Plan9's 9p).
Dalam penggunaan merujuk pada layanan jaringan tunggal, sebuah sistem operasi Web adalah nama lain untuk Webtop. Layanan ini mengubah desktop menjadi sebuah layanan yang berjalan di Internet, bukan pada komputer lokal. Sebagai layanan ini termasuk sistem file dan sistem aplikasi manajemen, mereka semakin tumpang tindih dengan fungsi sistem operasi komputer desktop tradisional.
Dalam penggunaan mengacu pada desktop (atau handheld) lingkungan aplikasi komputer, sistem operasi Web adalah sistem operasi tradisional yang berfokus pada aplikasi Web yang mendukung diri mereka sendiri, atau sistem operasi desktop hanya menyediakan akses Web. Sistem seperti ini juga dikenal sebagai kios.

Perkembangan dan Eksistensi WebOS


WebOS mendapatkan popularitas pada tahun 1999 ketika banyak dipuji start up, WebOS Inc (pada awalnya dikenal sebagai HyperOffice dan kemudian dikenal sebagai MyWebOS ), yang didirikan oleh Shervin Pishevar lulusan University California of Berkeley dan Emory seorang lulusan Drew Morris. WebOS memperoleh lisensi teknologi langsung dari Duke University dan University of Texas Austin, United states dan kremudian memboyong Dr Amin Vahdat, Profesor dalam bidang Ilmu Komputer di Duke University, yang telah mempelopori teknologi WebOS di University of California Berkeley tempat dimana ia dahulunhya mendapatkan gelar PhD pada penelitiannya mengenai WebOS. WebOS sendiri dapat diperoleh pada WebOS.org, yang diciptakan oleh seorang programmer muda asal Swedia, Fredrik Malmer, yang telah menciptakan lingkungan desktop online untuk yang pertama kalinya ada.
 
Segera setelah itu, beberapa DHTML papan atas dan programmer JavaScript tingkat dunia seperti Erik Arvidsson mulai tenar dengan rancangan WebFx miliknya, dan Steinman pencetus browser Dynamic Duo Cross-DHTML API, ikut bergabung dengan WebOS. WebOS meraih pemasukan hingga lebih dari $ 10 juta sebagai royalti dari Dampak dalam Partner Venture yang dipimpin oleh Adam Dell dan Grotech sebagai modal. Sementara WebOS sendiri awalnya diluncurkan dengan visi menciptakan sistem operasi web pertama lengkap dengan WebOS API yang memungkinkan seorang developer untuk membuat aplikasi web Windows - seperti yang dapat bekerja pada kecepatan yang sangat cepat dengan penyimpanan banyak kode dalam browser lokal yang dimiliki. Arvidsson kemudian meluncurkan Bindows, kerangka sangat mirip dengan WebOS API, yang melakukan sebagian besar ini dan digunakan oleh banyak perusahaan besar dan Militer AS mungkin hingga sekarang masih memakainya namun tidak sehebat awal karena teknologi terus mengalami kemajuan hingga sekarang ini.

WebOS
untuk yang pertama kalinya diajukan hak paten atasnya yaitu pada tahun 1999. WebOS mulai bersaing dengan meluncurkan start-up, Desktop.com, yang lebih ditujukan pada penikmat pasar (dalam hal ini konsumen). WebOS diliput oleh banyak media seperti Wall Street Journal, Financial Times, LA Times, Power lunch on CNBC, Fox News dan CNN yang membantu penyebaran nama dari WebOS itu sendiri lebih lanjut. WebOS kembali meluncurkan HyperOffice, sebuah pelengkap peralatan kantor yang penuh dengan sederetan feature-feature yang mendukung sistem operasional pada perkantoran, sebagai penutup terbaik di akhir tahun 1999.
Menyambung dari perkembangan diatas sebuah publikasi ilmiah 2003 dibuat tentang BolinOS, sebuah "Web Sistem Operasi Internet / Radiology" didasarkan pada karya-karya yang dimulai pada tahun 1995 oleh Jenewa University, Switzerland (Swiss), dan sangat berhubungan erat dengan beragam aspek serupa dengan yang sudah ada seperti platform online, yang berdasarkan pada sistem client (users) dan server (authors) sedangkan sisi distribusi berbagai macam aplikasi menggunakan platform software yang bersifat independen (bebas, atau umumnya kita mengenalnya dengan sebutan open souce ). Yang kemudian diadopsi dari Palm ini sendiri yang saya tampilkan sebagai gambar pada tulisan ini [berupa klarifikasi diperlukan]. Yang kemudian dibeli seluruh hak atasnya oleh seorang Hewlett Packard (lupa saya, ini orang tidak ditemukan data tentangnya. ).
Demikianlah sedikit pembahasan yang dapat saya sampaikan pada penulisan saat ini, meskipun agak ribet dan sulit terjemahannya. Saya hanya bisa mengatakan bahwa inilah bahasa Indonesia yang sejatinya saya ketahui (dalam artian tidak juga sebagai ahlinya), segala kemungkinan terjadi kesalahan disana-sini murni milik saya dan setan semata, mohon agar dimaafkan sebesar-besarnya dan semoga yang sangat sedikit ini dapat memberikan masukan (manfaat) bagi saya pribadi dan pembaca budiman dimanapun berada. Oleh karenanya saya juga sangat berterima kasih jika pembaca budiman tidak keberatan memberikan komentarnya dan kebaikan berupa saran terbaiknya yang tentunya sangat saya nantikan demi perbaikan dan kompeten yang membaik lagi untuk kemajuan kita bersama kedepannya.

Memahami Aspek Website


Apakah Website itu ?

Sekumpulan “Halaman” yang saling berhubungan yang saling berhubungan yang dapat diakses publik melalui World Wide Web, yang menyebabkan tersebarnya informasi yang dibutuhkan oleh seantaro lapisan masyarakat dimanapun untuk menyelesaikan segala urusan mereka.

Suatu web sites biasanya mengandung teks dan gambar, merupakan sesuatu yang menjadi hal yang tak bisa terpisahkan dari sebuah halaman dimana selalu disajikan tulisan berupa teks dan gambar sebagai penjelasnya.

Web sites memiliki keuntungan dalam hal ketersediaan interaksi antara user dan halaman itu sendiri, dimana setiap informasi yang disajikan oleh sebuah Web sites dapat dinikmati oleh seluruh user yang terhubung didalamnya.

Secara sederhana Website adalah sebuah cara untuk menampilkan diri seseorang, lembaga, perseroan dan sebagainya di Internet. Dapat diibaratkan Website adalah sebuah tempat di Internet, siapa saja di dunia ini dapat mengunjunginya, kapan saja mereka dapat mengetahui tentang pemiliknya, memberi pertanyaan, masukan atau bahkan mengetahui dan membeli produk yang disajikan setiap saat jika mengadakan E-Commerce disana.

Supaya dapat eksis di Internet
(Internet Presence)

Ini salah satu motivasi yang menjadikan setiap orang menikmati ketika dapat berpartisipasi pada sebuah website yang dia senangi dan sering dikunjungi atau memang dia sebagai pemilikinya, secara sederhana hal ini merupakan sebuah Kombinasi dari :
-Website yang dirancang dengan baik
-Promosi yang dilakukan terus menerus
-Interaksi yang rutin antara pemirsa dengan anda melalui website dan Internet
-Penerapan aplikasi pada website
-Penggunaan tool web lainnya (misalnya e-mail)
-Kemampuan membaca pasar pengunjung ke website
-serta hal-hal yang memberikan ketertarikan lainnya

Internet Presence Tipikal
Website memiliki kredibilitas yang menunjang hampir dengan keseluruhan aspek pada gambar diatas dapat memiliki pengunjung yang jauh lebih banyak disbanding yang hanya dengan sebagian atau bahkan tidak sama sekali, sebagai contoh halaman fb (baca : facebook) memilki milyaran pengunjung tiap harinya dari berbagai Negara didunia karena memenuhi seluruh aspek yang menjadi promotor untuk menghadirkan pengunjung tiap waktunya.

Cara kerja Web site
Ok, kita beranjak kepada cara kerja sebuah website sebagai dasar atau awal sebelum kita akan lebih jauh membahas yang menjadi pembahasan kita pada kesempatan kali ini. Yaitu cara kerja dari sebuah halaman website seperti yang akan ditunjukan pada gambar dibawah ini.

Seorang pemilik (pengelola = jika dikerjakan pihak lain) menulis sebuah halaman dengan HTML (Hyper Text Markup Language) kemudian halaman itu akan disimpan pada direktori file HTML (database) yang sengaja diadakan secara online sebagai sumberdaya yang nantinya dapat diakses oleh user dan tentunya disesuaikan dengan kebijakan programmer sebagai pemberi hak akses (dalam hal ini bertindak sebagai Authors, pemilik dan penanggung jawab penuh terhadapa website). Halaman yang telah disajikan sebagai website akan langsung dipublish ke server dan akan langsung disajikan pada media internet melalui WWW (World Wide Web) selanjutnya akan dapat diakses atau dinikmati oleh users yang membutuhkannya (dalam hal ini sebagai clients dari sebuah website). Begitu juga sebaliknya jika ada interaksi yang berbalik arah dari users kepada authors misalnya ada pertanyaan atau mengirimkan pesan, maka arus yang aka dilalui pun merupakan kebalikan dari authors kepada users.

Fungsi Browser yaitu Menampilkan informasi yang berasal dari server (teks dan gambar (GIF, JPEG dsb.)
Ada dua jenis informasi yang akan diberikan : Hanya menampilkan teks (contoh: Lynx, ...) dan Bisa juga menampilkan grafis (MSIE, Netscape, ...). Biasanya ada perbedaan tampilan antara satu browser dengan browser lainnya tergantung penyedia layanan tersebut. Contohnya pada Mozilla, Internet Explorer, Opera tidak sama bentuk penyajiannya.
Server, Berbentuk program (daemon, httpd): berfungsi untuk Menanggapi koneksi TCP dan menyediakan layanan bagi client atau user.
Sedangkan Web servers adalah server yang menyediakan layanan web bagi authors dan user (clients)

Jadi secara permodelan Web site = host + Web server + information (file system)

Model web dengan proxy

URL (Uniform Resource Locator )

- menunjuk locating Internet resources, sebuah lokasi penyedia sumber daya yang akan menunjukka users kepada sumber daya yang disesdiakan atau diberikan oleh authors.
- merupakan identifier yang unik bagi suatu sumber daya di Internet
Mudahnya URL Mengindikasikan :
- berupa cara mengakses terhadap sebuah website
- menunjuk lokasi sebuah website
-Syntax yang sederhana untuk sebuah URL sebagai berikut :
Protocol://host_name[:port_num][/path][/file_name]
Contoh: http://www.youngresearher.com/informasi.html

3 Komponen Utama dari sebuah halaman Web Site

1. Domain Name, sesuatu yang mengindikasikan lokasi dan cara untuk mengakses website tersebut (dalam hal ini URL) :
- http://www.yourcompany.com
- Ada iuran tahunan (ada juga yang bulanan) yang harus dibayar
- Diperoleh melalui suatu “Register”

2. Desain dari web site itu sendiri, desain harus serasi dan menunjukkan keotentikan sebuah halaman yang kita miliki.

3. Menyediakan hosting untuk Web Site, jika memungkinkan kita dapat menydiakan hosting bagi yang lain namun jika tidak maka cukup hanya dapat membagikan informasi yang kita miliki itu sudah mencukupi untuk sebuah interaksi di dunia cyber. Hal-hal disediakan berupa :
-Tempat menyimpan files web site agar dapat diakses publik
-Pembebanan untuk biaya pertahunan atau bahkan perbulannya jika memungkinkan.

Berikut Hal Apa saja yang menyebabkan sebuah web site disebut berkualitas baik?

Agar sebuah website bernilai atau bahkan memberikan kontribusi berupa manfaat yang baik kepada pengunjung tentunya seorang authors harus memiliki kecendrungan untuk memahami hal-hal sebagai berikut.

- Target audience yang tepat (tampilan, atau bahasa yang digunakan)
- Menarik secara estetika dan relevan sebagai wujud keseriusan seorang authors merancangnya
- Informasi kekinian yang dibutuhkan, sumber daya yang memadai
- Waktu download yang cepat dan upload yang cepat pula
- Kemudahan navigasi yang disediakan
- Kemudahan penggunaan segala feature yang tersedia
- Kompatibel dengan berbagai macam browser yang ada dan sering digunakan
- Kompatibel dengan bermacam resolusi layar (misalnya 800x600, 1024x768)
- Keamanan akses yang memadai sebagai pelayanan terbaik.
- Credible dengan users.

Berikutnya insya Allah, kita akan membahas perancangan sebuah website sebagai kelanjutan dari pembahasan kita kali ini yang lebih menekankan kepada unsur perkenalan saja terlebih dahulu agar akrab dan bisa menerimanya sebagai bagian dari kehidupan kita (khususnya yang selalu berselancar kedunia maya ). untuk yang selanjutnya kita akan memasuki tahap-tahap terhebat untuk sebuah usaha yang tak terlupakan yaitu berpartisipasinya kita sebagai penikmat dan pemanfaat sumber daya dan segalah kemudahan yang telah diperjuangkan dengan susah payah oleh orang-orang yang dating terlebih dahulu sebelum hadirnya kita (IPTEK dan seluruh pengetahuan yang lain), semoga Allah membalas kebaikan mereka semua untuk kita, aminn..

 

Perkenalan Web site (Website Introducing)


Pada penulisan kali ini kita akan membahas latar belakang atau lebih umum kita mengenalnya sebagai sebuah sejarah awal mula dan perkembangannya sesuatu yang dapat kita nikmati hingga sekarang ini, sebelum menulis lebih banyak lagi tulisan yang berkaitan dengan ini atau bahkan kelanjutannya saya ingin sedikit bercerita mengenai aktifitas hari ini tanggal 4 April 2001, saya keperpustakaan kampus yang terletak dikampus D UG Margonda mencari referensi siang itu dan didepan kampus saat akan mem-fotocopy referensi penulisan ini saya bertemu sahabat sekelas, brother Rudy Kurniawan yang juga berada disana, tidak selang lama bertemu beliau beranjak kearah UI padahal sebenarnya kami tidak ada jadwal kelas hari ini namun saya telah mengira diapun hanya berpetualang saja dikampus sama halnya dengan saya. hanya saja saya orangnya cukup iseng dan juga jarak wisma tempat saya tinggal dekat dengan kampus, niat saya hanya mengharapkan referensi berupa bahan bacaan dan koneksi internet yang cukup baik serta gratis yang dimiliki oleh perpustakaan dan bisa dikatakan kemungkinan hanya saya yang sering menggunakannya untuk kepentingan pribadi (tenang sobat ! masih berkaitan dengan studi kog..hehehe), setelah mem-fotocopy beberapa referensi akhirnya saya kembali keperpustakaan lagi dan membaca beberapa buah buku yang belum sempat selesai dibaca dan waktu menunjukkan pukul 14.18 sedangkan batas peminjaman buku hanya sampai pukul 14.30, oleh karena ide saya mulai jalan yang pertama sekali saya harus terlebih dahulu meminta kepada petugas agar nanti saya akan sedikit terlambat dan yang kedua berhubung banyaknya unit buku yang boleh dipinjam Cuma 2 akhirnya saya memutuskan untuk meminjam dahulu 2 buah setelah itu saya melanjutkan membaca yang lainnya secara cepat, sesuai kebutuhan dan seefektif mungkin agar ilmu ini terus update seperti program..hehehe

Baiklah agar tidak pusing terdapat sampah-sampah tulisan yang tidak jelas saya akan langsung mengajak sobat muda sama-sama kita memahami apa itu situs web setelah itu definisinya, dilanjutkan dengan sejarahnya dan Insya Allah akan saya tutup dengan macam-macam situs web tersebut, adapun selainnya akan kita bahas pada tulisan berikutnya jika telah bertambah ilmunya. untuk mempersingkat waktu (ini ucapan yang paling sering saya dengar ketika SMA dahulu, namun sekarang sudah tidak pernah terdengar ) sobat muda boleh pegangan sekuat-kuatnya pada mouse dan keyboard kalian masing-masing..hehehe dan saya perbolehkan sobat sekalian untuk menyebarkan tulisan singkat ini baik sedikit ataupun keseluruhannya...

 Situs web / Web site (sering pula disingkat menjadi situs saja; web site, site) adalah sebutan bagi sekelompok halaman web (web page), yang umumnya merupakan bagian dari suatu nama domain (domain name) atau subdomain di World Wide Web (WWW) di Internet. WWW terdiri dari seluruh situs web yang tersedia kepada publik. Halaman-halaman sebuah situs web diakses dari sebuah URL yang menjadi "akar" (root), yang disebut homepage (halaman induk; sering diterjemahkan menjadi "beranda", "halaman muka" atau laman web), dan biasanya disimpan dalam server yang sama. Tidak semua situs web dapat diakses dengan gratis. Beberapa situs web memerlukan pembayaran agar dapat menjadi pelanggan, misalnya situs-situs yang menampilkan pornografi, situs-situs berita, layanan surat elektronik (e-mail), dan lain-lain. Sangat melebar dan agak membosankan nampaknya oleh karenanya ada bahasa ringannya Website adalah sebuah cara untuk menampilkan diri Anda di Internet. Dapat diibaratkan juga Website Anda adalah sebuah tempat di Internet, siapa saja di dunia ini dapat mengunjunginya, kapan saja mereka dapat mengetahui tentang diri Anda, memberi pertanyaan kepada Anda, memberikan anda masukan atau bahkan mengetahui dan membeli produk Anda intinya harus ada koneksi ke dunia global (internet deh, kita bahas nanti !). Jelas deh tuh..

Definisi

Secara terminologi, website adalah kumpulan dari halaman-halaman situs, yang biasanya terangkum dalam sebuah domain atau subdomain, yang tempatnya berada di dalam World Wide Web (WWW) di Internet seperti yang kalian kunjungi sekarang ini. Sedangkan sebuah halaman web adalah dokumen yang ditulis dalam format HTML (Hyper Text Markup Language) dan sekarang sudah banyak macam yang berkaitan dengannya dan memudahkan kita semua tentunya, yang hampir selalu bisa diakses melalui HTTP (singkatannya saya lupa! Nanti digoogling saja masing-masing atau akan saya bahas ditulisan yang akan dating, Insya Allah), pokoknya berfungsi sebagai protokol yang menyampaikan informasi dari server website untuk ditampilkan kepada para pemakai melalui web browser. Semua publikasi dari website-website tersebut dapat membentuk sebuah jaringan informasi yang sangat besar. Nah, Contohnya kaya fb (baca : Facebook) yang banyak sekali informasi yang dibagikan disana tiap harinya tentunya kalau kita eksis dan banyak teman terutama yang berasal dari luar tapi lokal juga cukup banyak.
Selanjutnya Halaman-halaman dari website akan bisa diakses melalui sebuah URL yang biasa disebut Homepage. URL ini mengatur halaman-halaman situs untuk menjadi sebuah hirarki, meskipun, hyperlink-hyperlink yang ada di halaman tersebut mengatur para pembaca dan memberitahu mereka sususan keseluruhan dan bagaimana arus informasi ini berjalan.
Beberapa website diantaranya membutuhkan subskripsi (data masukan) agar para user bisa mengakses sebagian atau keseluruhan isi website tersebut. Contohnya, ada beberapa situs-situs bisnis, situs-situs e-mail gratisan, yang membutuhkan subkripsi agar kita bisa mengakses situs tersebut. Hal ini dapat kita lakukan dengan terlebih dahulu mendaftar padanya agar mendapatkan hak akses dan mendapatkan informasi tentunya.

Sejarah

Sejalan dengan perkembangan website sudah selayaknya kita memberikan apresisai menuh dan menyeluruh kepada mereka-mereka yang terlibat baik secara individu atau berkelompok dan atau langsung atau tidak langsung sebagai pengembang (bahasa kerennya : developers) ilmu pengetahuan yang sangat bermanfaat ini sebagai cikal-bakal munculnya teknologi-teknologi baru yang Alhamdulillah dapat kita nikmati hingga hari ini. penemu website sendiri adalah Sir Timothy John “Tim” Berners-Lee, website yang tersambung dengan jaringan, pertamakali muncul pada tahun 1991. Maksud dari Tim ini ketika membuat website adalah untuk mempermudah tukar menukar dan memperbarui informasi kepada sesama peneliti di tempat mereka bekerja. Pada tanggal 30 April 1993, CERN (saya belum mendapatkan data cern ini, intinya merupakan tempat dimana Tim bekerja) menginformasikan bahwa WWW dapat digunakan secara gratis oleh semua orang dimanapun selama memiliki sumber daya untuk dapat menikmati internet.
Sebuah website sendiri bisa berupa hasil kerja dari perorangan atau individu, atau bahkan untuk menunjukkan kepemilikan dari sebuah organisasi, perusahaan, dan biasanya website sendiri menginformasikan beberapa topik khusus, atau kepentingan tertentu dari pemiliknya yang ingin diketahui oleh yang membutuhkannya. Sebuah website bisa berisi hyperlink (pranala) yang menghubungkan ke website lain. jadi, kadangkala perbedaan antara website yang dibuat oleh individu perseorangan dengan website yang dibuat oleh organisasi bisnis bisa saja tidak kentara namun tentunya ada pembeda yang bisa ditemukan disana seperti latar belakang dan informasi pemilik yang disajikan disana.
Website ditulis, atau secara dinamik di konversi menjadi HTML dan diakses melalui sebuah program software yang biasa disebut dengan web browser, yang dikenal juga dengan HTTP Client. Halaman web dapat dilihat atau diakses melalui jaringan komputer dan internet, perangkatnya bisa saja berupa komputer pribadi, laptop, PDA ataupun telepon selular yang kebanyakan kita memakainya dalam segalah akifitas kita –khususnya yang memiliki kepentingan-.
Sebuah website dibuat didalam sebuah sistem komputer yang dikenal dengan server web, juga disebut HTTP Server, dan pengertian ini juga bisa menunjuk pada software yang dipakai untuk menjalankan sistem ini, yang kemudian menerima lalu mengirimkan halaman-halaman yang diperlukan untuk merespon permintaan dari pengguna yang kita kenal dengan Apache atau IIS sebagai sebagai penyalurnya. Apache adalah piranti lunak yang biasa digunakan dalam sebuah webserver, kemudian setelah itu adalah Microsoft Internet Information Services (IIS).

Macam-macam Situs web / Web site

 Website static
Website static adalah salah satu bentuk website yang isi didalam website tersebut tidak dimaksudkan untuk di update secara berkala (tidak setiap saat) seperti pada lembaga-lembaga pemerintah, dan biasanya di maintain secara manual oleh beberapa orang yang menggunakan software editor. Ada 3 tipe kategori software editor yang biasa dipakai untuk tujuan maintaining ini, mereka adalah :
  1. Elemen 1 Penyunting teks. Contohnya adalah Notepad atau TextEdit, dimana HTML diubah didalam program editor tersebut.
  2. Elemen 2 WYSIWYG editor. Contohnya Microsoft Frontpage dan Macromedia Dreamweaver, dimana situs di edit menggunakan GUI (Graphical User Interface) dan format HTML ini secara otomatis di generate oleh editor ini.
  3. Elemen 3 Editor yang sudah memiliki templat, contohnya Rapidweaver dan iWeb, dimana, editor ini membolehkan user untuk membuat dan mengupdate websitenya langsung ke server web secara cepat, tanpa harus mengetahui apapun tentang HTML. Mereka dapat memilih templat yang sesuai dengan keinginan mereka, menambah gambar atau obyek, mengisinya dengan tulisan, dan dengan sekejap mereka sudah dapat membuat situs web tanpa harus melihat sama sekali kode-kode HTML.
Cukup jelas sepertinya, semoga dapat kita pahami bersama.
website dynamic
website dynamic adalah website yang secara berkala, informasi didalamnya berubah, atau website ini bisa berhubungan dengan user dengan berbagai macam cara atau metode (HTTP cookies atau Variabel Database, sejarah kunjungan, variabel sesi dan lain-lain) bisa juga dengan cara interaksi langsung menggunakan form dan pergerakan mouse. Ketika web server menerima permintaan dari user untuk memberikan halaman tertentu, maka halaman tersebut akan secara otomatis di ambil dari media penyimpanan sebagai respon dari permintaan yang diminta oleh user. Sebuah situs dapat menampilkan dialog yang sedang berlangsung diantara dua user, memantau perubahan situasi, atau menyediakan informasi yang berkaitan dengan sang user.
Ada banyak jenis sistem software yang dapat dipakai untuk meng-generate Dynamic Web System dan Situs Dynamic, beberapa diantaranya adalah ColdFusion (CFM), Active Server Pages (ASP), Java Server Pages (JSP) dan PHP, bahasa pemrogram yang mampu untuk meng-generate Dynamic Web System dan Situs Dinamis (sekarang banyak kita jumpai di took buku, perpustakaan bahkan media online yang menyajikannya secara gratis jika ingin mempelajarinya). Situs juga bisa termasuk didalamnya berisi informasi yang diambil dari satu atau lebih database, sebagai missal pada situs tersebut gambar atau suara yang disajikan adalah berasal dari website yang sengaja dilink-an dengan website seseorang, atau bisa juga menggunakan teknologi berbasis XML, contohnya adalah RSS (yang umum kita temukan pada sebuah blog atau portal pribadi). Isi situs yang statis juga secara periodik di generate, atau, apabila ada keadaan dimana mereka butuh untuk dikembalikan kepada keadaan semula, maka dia akan di generate, hal ini untuk menghindari kinerjanya agar tetap terjaga.
Plugin yang tersedia umumnya untuk menambah banyaknya feature dan kemampuan dari web browser. dimana, plugin ini dipakai untuk membuka content yang biasanya berupa cuplikan dari gambar bergerak (active content) contohnya adalah Flash, Shockwave atau applets yang ditulis dalam bahasa JAVA (javascript). Dynamic HTML juga menyediakan untuk user agar mereka bisa secara interaktif dan realtime, meng-update di web page tersebut (catatan; halaman yang diubah, tak perlu di load atau di reloaded agar perubahannya dapat dilihat), biasanya perubahan yang dilakukan mereka memakai DOM dan Javascript yang sudah tersedia pada semua Web Browser yang ada sekarang ini.

Seperti yang tertulis di atas, di luar sana ada beberapa perbedaan dalam penulisan dari terminologi website. Walaupun ¨Website¨ sudah secara umum dipakai, namun untuk Associated Press Stylebook, Reuters, Microsoft, Academia, dan kamus-kamus yang ada, penulisan yang mereka pakai adalah dengan menggunakan 2 kata, yaitu Web site. Hal ini karena ¨Web¨ bukanlah terminilogi umum, namun kependekan dari World Wide Web. Namun tidak akan saya bahas dan permasalahkan karena pada dasarnya kita memahaminya dengan pengertian yang sama tentunya.

Setelah menulis sesuai yang direncanakan, saya berharap semoga sedikit sekali informasi yang dimuat diatas dapat bermanfaat bagi sobat muda yang membutuhkannya. Sebagai konklusi terbaik dari saya untuk sobat sekalian, saran dan motivasi yang bermanfaat tentunya dapat ditinggalkan pada komentar diakhir tulisan ini. Sekali lagi saya ucapkan terima, lebih kuragnya saya memohon agar dimaafkan dan semoga bermanfaat untuk saya dan semua yang membacanya.

Transaksi Elektronik (E-Procurement, E-Commerce Security)


Oke, baiklah tanpa membuang banyak waktu dan sayang sekali jika tidak kita luangkan untuk menulis di tempat-tempat dimana kita sebagai seorang pengabdi kepada teknologi melakukan perbaikan kehidupan berteknologi sehari-harinya. pada kesempatan kali ini saya bermaksud akan membahas tentang transaksi atau proses perdagangan biasa hanya saja media berpindah kekondisi kekinian, kalau bahasa kerennya itu E-Commerce (Electonic Commercial) untuk mendetail tentang saya mengutip beberapa informasi dari berbagai media yang menurut saya relevan dengan yang akan saya sajikan saat tulisan ini dibuat dan insya Allah tanpa mengurangi kebaikan berbaginya mereka akan saya muat keterangan sumber sebagai hak yang mereka harapkan yaitu dicantumkannya mereka kedalam bagian akhir dari tulisan ini.

yah Perdagangan sebenarnya merupakan kegiatan yang dilakukan manusia sejak awal peradabannya. Sejalan dengan perkembangan manusia, cara dan sarana yang digunakan untuk berdagang senantiasa berubah. Bentuk perdagangan terbaru yang kian memudahkan penggunanya kini ialah e-commerce. Makhluk apa sesungguhnya e-commerce itu, bagaimana ia dapat mempermudah penggunanya, serta peran pentingnya akan dibahas dalam tulisan ini. 


Pengertian E-Commerce
Electronic Commerce (Perniagaan Elektronik), sebagai bagian dari Electronic Business (bisnis yang dilakukan dengan menggunakan electronic transmission), oleh para ahli dan pelaku bisnis dicoba dirumuskan definisinya. Secara umum e-commerce dapat didefinisikan sebagai segala bentuk transaksi perdagangan/perniagaan barang atau jasa (trade of goods and service) dengan menggunakan media elektronik. Jelas, selain dari yang telah disebutkan di atas, bahwa kegiatan perniagaan tersebut merupakan bagian dari kegiatan bisnis. Kesimpulannya, “e-commerce is a part of e-business”.
Media elektronik yang dibicarakan di dalam tulisan ini untuk sementara hanya difokuskan dalam hal penggunaan media internet. Pasalnya, penggunaan internetlah yang saat ini paling populer digunakan oleh banyak orang, selain merupakan hal yang bisa dikategorikan sebagai hal yang sedang ‘booming’. Perlu digarisbawahi, dengan adanya perkembangan teknologi di masa mendatang, terbuka kemungkinan adanya penggunaan media jaringan lain selain internet dalam e-commerce. Jadi pemikiran kita jangan hanya terpaku pada penggunaan media internet belaka.
Penggunaan internet dipilih oleh kebanyakan orang sekarang ini karena kemudahan-kemudahan yang dimiliki oleh jaringan internet, yaitu:
Internet sebagai jaringan publik yang sangat besar (huge/widespread network), layaknya yang dimiliki suatu jaringan publik elektronik, yaitu murah, cepat dan kemudahan akses.
Menggunakan electronic data sebagai media penyampaian pesan/data sehingga dapat dilakukan pengiriman dan penerimaan informasi secara mudah dan ringkas, baik dalam bentuk data elektronik analog maupun digital.
Dari apa yang telah diuraikan di atas, dengan kata lain; di dalam e-commerce, para pihak yang melakukan kegiatan perdagangan/perniagaan hanya berhubungan melalui suatu jaringan publik (public network) yang dalam perkembangan terakhir menggunakan media internet.

 E-commerce adalah kegiatan-kegiatan bisnis yang menyangkut konsumen (consumers), manufaktur (manufactures), service providers dan pedagang perantara (intermediaries) dengan menggunakan jaringan-jaringan komputer (komputer networks) yaitu internet.
Julian Ding dalam bukunya E-commerce: Law & Practice, mengemukakan bahwa e-commerce sebagai suatu konsep yang tidak dapat didefinisikan. E-commerce memiliki arti yang berbeda bagi orang yang berbeda.
Sedangkan Onno W. Purbo dan Aang Wahyudi yang mengutip pendapatnya David Baum, menyebutkan bahwa: “e-commerce is a dynamic set of technologies, aplications, and business procces that link enterprises, consumers, and communities through electronic transaction and the electronic exchange of goods, services, and information”. Bahwa e-commerce merupakan suatu set dinamis teknologi, aplikasi dan proses bisnis yang menghubungkan perusahaan, konsumen dan komunitas melalui transaksi elektronik dan perdagangan barang, pelayanan dan informasi yang dilakukan secara elektronik.
E-commerce digunakan sebagai transaksi bisnis antara perusahaan yang satu dengan perusahaan yang lain, antara perusahaan dengan pelanggan (customer), atau antara perusahaan dengan institusi yang bergerak dalam pelayanan public. Jika diklasifikasikan, sistem e-commerce terbagi menjadi tiga tipe aplikasi, yaitu:

· Electronic Markets (EMs).
EMs adalah sebuah sarana yang menggunakan teknologi informasi dan komunikasi untuk melakukan/menyajikan penawaran dalam sebuah segmen pasar, sehingga pembeli dapat membandingkan berbagai macam harga yang ditawarkan. Dalam pengertian lain, EMs adalah sebuah sistem informasi antar organisasi yang menyediakan fasilitas-fasilitas bagi para penjual dan pembeli untuk bertukar informasi tentang harga dan produk yang ditawarkan. Keuntungan fasilitas EMs bagi pelanggan adalah terlihat lebih nyata dan efisien dalam hal waktu. Sedangkan bagi penjual, ia dapat mendistribusikan informasi mengenai produk dan service yang ditawarkan dengan lebih cepat sehingga dapat menarik pelanggan lebih banyak.

· Electronic Data Interchange (EDI).
EDI adalah sarana untuk mengefisienkan pertukaran data transaksi-transaksi reguler yang berulang dalam jumlah besar antara organisasi-organisasi komersial.
Secara formal EDI didefinisikan oleh International Data Exchange Association (IDEA) sebagai “transfer data terstruktur dengan format standard yang telah disetujui yang dilakukan dari satu sistem komputer ke sistem komputer yang lain dengan menggunakan media elektronik”.
EDI sangat luas penggunaannya, biasanya digunakan oleh kelompok retail yang besar ketika melakukan bisnis dagang dengan para supplier mereka.
EDI memiliki standarisasi pengkodean transaksi perdagangan, sehingga organisasi komersial tersebut dapat berkomunikasi secara langsung dari satu sistem komputer yang satu ke sistem komputer yang lain tanpa memerlukan hardcopy, faktur, serta terhindar dari penundaan, kesalahan yang tidak disengaja dalam penanganan berkas dan intervensi dari manusia.
Keuntungan dalam menggunakan EDI adalah waktu pemesanan yang singkat, mengurangi biaya, mengurangi kesalahan, memperoleh respon yang cepat, pengiriman faktur yang cepat dan akurat serta pembayaran dapat dilakukan secara elektronik.

· Internet Commerce.
Internet commerce adalah penggunaan internet yang berbasis teknologi
informasi dan komunikasi untuk perdagangan. Kegiatan komersial ini seperti iklan dalam penjualan produk dan jasa. Transaksi yang dapat dilakukan di internet antara lain pemesanan/pembelian barang dimana barang akan dikirim melalui pos atau sarana lain setelah uang ditransfer ke rekening penjual.
Penggunaan internet sebagai media pemasaran dan saluran penjualan terbukti mempunyai keuntungan antara lain untuk beberapa produk tertentu lebih sesuai ditawarkan melalui internet; harga lebih murah mengingat membuat situs di internet lebih murah biayanya dibandingkan dengan membuka outlet retail di berbagai tempat; internet merupakan media promosi perusahaan
dan produk yang paling tepat dengan harga yang relatif lebih murah; serta pembelian melalui internet akan diikuti dengan layanan pengantaran barang sampai di tempat pemesan.
Karakteristik E-Commerce.
Berbeda dengan transaksi perdagangan biasa, transaksi e-commerce memiliki beberapa karakteristik yang sangat khusus, yaitu :
Transaksi tanpa batas
Sebelum era internet, batas-batas geografi menjadi penghalang suatu perusahaan atau individu yang ingin go-international. Sehingga, hanya perusahaan atau individu dengan modal besar yang dapat memasarkan produknya ke luar negeri.Dewasa ini dengan internet pengusaha kecil dan menengah dapat memasarkan produknya secara internasional cukup dengan membuat situs web atau dengan memasang iklan di situs-situs internet tanpa batas waktu (24 jam), dan tentu saja pelanggan dari seluruh dunia dapat mengakses situs tersebut dan melakukan transaksi secara on line.
Transaksi anonim
Para penjual dan pembeli dalam transaksi melalui internet tidak harus bertemu muka satu sama lainnya. Penjual tidak memerlukan nama dari pembeli sepanjang mengenai pembayarannya telah diotorisasi oleh penyedia sistem pembayaran yang ditentukan, yang biasanya dengan kartu kredit.
Produk digital dan non digital
Produk-produk digital seperti software komputer, musik dan produk lain yang bersifat digital dapat dipasarkan melalui internet dengan cara mendownload secara elektronik. Dalam perkembangannya obyek yang ditawarkan melalui internet juga meliputi barang-barang kebutuhan hidup lainnya.
Produk barang tak berwujud
Banyak perusahaan yang bergerak di bidang e-commercen dengan menawarkan barang tak berwujud separti data, software dan ide-ide yang dijual melalui internet.
Implementasi e-commerce pada dunia industri yang penerapannya semakin lama semakin luas tidak hanya mengubah suasana kompetisi menjadi semakin dinamis dan global, namun telah membentuk suatu masyarakat tersendiri yang dinamakan Komunitas Bisnis Elektronik (Electronic Business Community). Komunitas ini memanfaatkan cyberspace sebagai tempat bertemu, berkomunikasi, dan berkoordinasi ini secara intens memanfaatkan media dan infrastruktur telekomunikasi dan teknologi informasi dalam menjalankan kegiatannya sehari-hari. Seperti halnya pada masyarakat tradisional, pertemuan antara berbagai pihak dengan beragam kepentingan secara natural telah membentuk sebuah pasar tersendiri tempat bertemunya permintaan (demand) dan penawaran (supply). Transaksi yang terjadi antara demand dan supply dapat dengan mudah dilakukan walaupun yang bersangkutan berada dalam sisi geografis yang berbeda karena kemajuan dan perkembangan teknologi informasi, yang dalam hal ini adalah teknologi e-commerce.
Secara umum e-commerce dapat diklasifasikan menjadi dua jenis yaitu; Business to Business (B2B) dan Business to Consumer (B2C).
Business to Business (B2B) adalah sistem komunikasi bisnis on-line antar pelaku bisnis, sedangkan Business to Consumer (B2C) merupakan mekanisme toko on-line (electronic shopping mall), yaitu transaksi antara e-merchant dengan e-customer
Dalam Business to Business pada umumnya transaksi dilakukan oleh para trading partners yang sudah saling kenal dengan format data yang telah disepakati bersama. Sedangkan dalam Business to Customer sifatnya terbuka untuk publik, sehingga setiap individu dapat mengaksesnya melalui suatu web server. Dalam kajian ini, untuk selanjutnya yang akan dibahas adalah Business to
Customer.
Mekanisme E-Commerce.
Transaksi elektronik antara e-merchant (pihak yang menawarkan barang atau jasa melalui internet) dengan e-customer (pihak yang membeli barang atau jasa melalui internet) yang terjadi di dunia maya atau di internet pada umumnya berlangsung secara paperless transaction, sedangkan dokumen yang digunakan dalam transaksi tersebut bukanlah paper document, melainkan dokumen
elektronik (digital document).
Kontrak on line dalam e-commerce menurut Santiago Cavanillas dan A. Martines Nadal, seperti yang dikutip oleh Arsyad Sanusi memiliki banyak tipe dan variasi yaitu :
Kontrak melalui chatting dan video conference;
Kontrak melalui e-mail;
Kontrak melalui web atau situs.
Chatting dan Video Conference adalah alat komunikasi yang disediakan oleh internet yang biasa digunakan untuk dialog interaktif secara langsung. Dengan chatting seseorang dapat berkomunikasi secara langsung dengan orang lain persis seperti telepon, hanya saja komunikasi lewat chatting ini adalah tulisan atau pernyataan yang terbaca pada komputer masing-masing.
Sesuai dengan namanya, video conference adalah alat untuk berbicara dengan beberapa pihak dengan melihat gambar dan mendengar suara secara langsung pihak yang dihubungi dengan alat ini. Dengan demikian melakukan kontrak dengan menggunakan jasa chatting dan video conference ini dapat dilakukan secara langsung antara beberapa pihak dengan menggunakan sarana komputer atau monitor televisi.
Kontrak melalui e-mail adalah salah satu kontrak on-line yang sangat populer karena pengguna e-mail saat ini sangat banyak dan mendunia dengan biaya yang sangat murah dan waktu yang efisien. Untuk memperoleh alamat e-mail dapat dilakukan dengan cara mendaftarkan diri kepada penyedia layanan e-mail gratis atau dengan mendaftarkan diri sebagai subscriber pada server atau ISP tertentu. Kontrak e-mail dapat berupa penawaran yang dikirimkan kepada seseorang atau
kepada banyak orang yang tergabung dalam sebuah mailing list, serta penerimaan dan pemberitahuan penerimaan yang seluruhnya dikirimkan melalui e-mail.
Di samping itu kontrak e-mail dapat dilakukan dengan penawaran barangnya diberikan melalui situs web yang memposting penawarannya, sedangkan penerimaannya dilakukan melalui e-mail.
Kontrak melalui web dapat dilakukan dengan cara situs web seorang supplier (baik yang berlokasi di server supplier maupun diletakkan pada server pihak ketiga) memiliki diskripsi produk atau jasa dan satu seri halaman yang bersifat self-contraction, yaitu dapat digunakan untuk membuat kontrak sendiri, yang memungkinkan pengunjung web untuk memesan produk atau jasa tersebut.
Para konsumen harus menyediakan informasi personal dan harus menyertakan nomor kartu kredit.
Selanjutnya, mekanismenya adalah sebagai berikut:
- untuk produk on line yang berupa software, pembeli diizinkan untuk men-download-nya;
- untuk produk yang berwujud fisik, pengiriman barang dilakukan sampai di rumah konsumen;
- untuk pembelian jasa, supplier menyediakan untuk melayani konsumen sesuai dengan waktu dan tempat yang telah ditentukan dalam perjanjian.

Mekanisme transaksi elektronik dengan e-commerce dimulai dengan adanya penawaran suatu produk tertentu oleh penjual (misalnya bertempat kedudukan di USA) di suatu website melalui server yang berada di Indonesia (misalnya detik.com). Apabila konsumen Indonesia melakukan pembelian, maka konsumen tersebut akan mengisi order mail yang telah disediakan oleh pihak penjual.

Aspek Keamanan



Aspek keamanan biasanya seringkali ditinjau dari tiga hal, yaitu Confidentiality, Integrity, dan Availability. Biasanya ketiga aspek ini sering disingkat menjadi CIA. Namun dalam makalah ini diusulkan aspek lain yaitu aspek non-repudiation yang dipelukan untuk transaksi elektronik. Penjabaran dari masing-masing aspek tersebut akan dibahas secara singkat pada bagian ini1.

Confidentiality

Confidentiality merupakan aspek yang menjamin kerahasiaan data atau informasi. Sistem yang digunakan untuk mengimplementasikan e-procurement harus dapat menjamin kerahasiaan data yang dikirim, diterima dan disimpan. Bocornya informasi dapat berakibat batalnya proses pengadaan.
Kerahasiaan ini dapat diimplementasikan dengan berbagai cara, seperti misalnya menggunakan teknologi kriptografi dengan melakukan proses enkripsi (penyandian, pengkodean) pada transmisi data, pengolahan data (aplikasi dan database), dan penyimpanan data (storage). Teknologi kriptografi dapat mempersulit pembacaan data tersebut bagi pihak yang tidak berhak.
Seringkali perancang dan implementor dari sistem informasi atau sistem transaksi elektronik lalai dalam menerapkan pengamanan. Umumnya pengamanan ini baru diperhatikan pada tahap akhir saja sehingga pengamanan lebih sulit diintegrasikan dengan sistem yang ada. Penambahan pada tahap akhir ini menyebabkan sistem menjadi tambal sulam. Akibat lain dari hal ini adalah adanya biaya yang lebih mahal daripada jika pengamanan sudah dipikirkan dan diimplementasikan sejak awal.
Akses terhadap informasi juga harus dilakukan dengan melalui mekanisme otorisasi (authorization) yang ketat. Tingkat keamanan dari mekanisme otorisasi bergantung kepada tingkat kerahasiaan data yang diinginkan.

Integrity

Integrity merupakan aspek yang menjamin bahwa data tidak boleh berubah tanpa ijin pihak yang berwenang (authorized). Untuk aplikasi e-procurement, aspek integrity ini sangat penting. Data yang telah dikirimkan tidak dapat diubah oleh pihak yang berwenang. Pelanggaran terhadap hal ini akan berakibat tidak berfungsinya sistem e-procurement.
Secara teknis ada banyak cara untuk menjamin aspek integrity ini, seperi misalnya dengan menggunakan messange authentication code, hash function, digital signature.

Availability

Availability merupakan aspek yang menjamin bahwa data tersedia ketika dibutuhkan. Dapat dibayangkan efek yang terjadi ketika proses penawaran sedang dilangsungkan ternyata sistem tidak dapat diakses sehingga penawaran tidak dapat diterima. Ada kemungkinan pihak-pihak yang dirugikan karena tidak dapat mengirimkan penawaran, misalnya.
Hilangnya layanan dapat disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari benca alam (kebakaran, banjir, gempa bumi), ke kesalahan sistem (server rusak, disk rusak, jaringan putus), sampai ke upaya pengrusakan yang dilakukan secara sadar (attack). Pengamanan terhadap ancaman ini dapat dilakukan dengan menggunakan sistem backup dan menyediakan disaster recovery center (DRC) yang dilengkapi dengan panduan untuk melakukan pemulihan (disaster recovery plan).

Non-repudiation

Non-repudiation merupakan aspek yang sangat penting dalam transaksi elektronik. Aspek ini seringkali dilupakan. Aspek non-repudiation menjamin bahwa pelaku transaksi tidak dapat mengelak atau menyangkal telah melakukan transaksi.
Dalam sistem transaksi konvensional, aspek non-repudiation ini diimplementasikan dengan menggunakan tanda tangan. Dalam transaksi elektronik, aspek non-repudiation dijamin dengan penggunaan tanda tangan digital (digital signature), penyediaan audit trail (log), dan pembuatan sistem dapat diperiksa dengan mudah (auditable). Implementasi mengenai hal ini sudah tersedia, hanya perlu diaktifkan dan diakui saja. Dalam rancangan Cyberlaw Indonesia – yang dikenal dengan nama RUU Informasi dan Transaksi Elektronik – tanda tangan digital diakui sama sahnya dengan tanda tangan konvensional.

Standar Pengamanan

Dalam upaya untuk memenuhi aspek-aspek tersebut di atas, sistem perlu dirancang dan diimplementasikan sesuai dengan standar yang berlaku. Ada beberapa standar yang dapat diikuti, mulai dari standar yang sifatnya formal (seperti ISO 17799) sampai ke standar yang sifatnya lebih praktis dan operasional (yang sering disebut best practice).

Evaluasi Secara Berkala

Untuk membuktikan aspek-aspek tersebut sistem informasi perlu diuji secara berkala. Pengujian atau evaluasi ini sering disebut dengan istilah audit, akan tetapi bukan audit keuangan. Untuk menghindari kerancuan ini biasanya sering digunakan istilah assesement.
Evaluasi secara berkala bisa dilakukan dalam level yang berbeda, yaitu dari level management (non-teknis) dan level teknis. Masing-masing level ini dapat dilakukan dengan menggunakan metodologi yang sudah baku. Evaluasi untuk lebel non-teknis biasanya dilakukan dengan menggunakan metoda evaluasi dokumen. Metoda ini yang banyak dilakukan oleh auditor Indonesia. Namun, metoda ini belum cukup. Dia harus dilengkapi dengan evaluasi yang levelnya teknis sebab seringkali kecukupan dokumen belum dapat memberikan perlindungan. Sebagai contoh, seringkali auditor hanya mencatat bahwa sistem memiliki firewall sebagai pelindung jaringan. Akan tetapi jarang yang melakukan evaluasi teknis sampai menguji konfigurasi dan kemampuan firewall tersebut.
Untuk level teknis, ada metodologi dalam bentuk checklist seperti yang telah kami kembangkan di INDOCISC2 dengan menggunakan basis Open-Source Security Testing Methodology (OSSTM)3. Sayangnya di Indonesia tidak banyak yang dapat melakukan evaluasi secara teknis ini sehingga cukup puas dengan evaluasi tingkat high-level saja. Sekali lagi, evaluasi secara teknis harus dilakukan untuk membuat evaluasi menyeluruh.

Masalah Pengamanan Sistem


Salah satu kunci keberhasilan pengaman sistem informasi adalah adanya visi dan komitmen dari pimpinan puncak. Upaya atau inisiatif pengamanan akan percuma tanpa hal ini.
Ketidak-adaan komitmen dari puncak pimpinan berdampak kepada investasi pengamanan data. Pengamanan data tidak dapat tumbuh demikian saja tanpa adanya usaha dan biaya. Sebagai contoh, untuk mengamankan hotel, setiap pintu kamar perlu dilengkapi dengan kunci. Adalah tidak mungkin menganggap bahwa setiap tamu taat kepada aturan bahwa mereka hanya boleh mengakses kamar mereka sendiri. Pemasangan kunci pintu membutuhkan biaya yang tidak sedikit, terlebih lagi jika menggunakan kunci yang canggih. Pengamanan data elektronik juga membutuhkan investmen. Dia tidak dapat timbul demikian saja. Tanpa investasi akan sia-sia upaya pengamanan data. Sayangnya hal ini sering diabaikan karena tidak adanya komitmen dari pimpinan puncak.
Jika komitmen dari pucuk pimpinan sudah ada, masih ada banyak lagi masalah pengamanan sistem informasi. Masalah tersebut adalah (1) kesalahan desain, (2) kesalahan implementasi, (3) kesalahan konfigurasi, dan (4) kesalahan operasional.

Kesalahan desain terjadi pada tahap desain dimana keamanan seringkali diabaikan atau dipikirkan belakangan (after thought). Sebagai contoh ada sebuah sistem informasi yang menganggap bahwa sistem operasi akan aman dan juga jaringan akan aman sehingga tidak ada desain untuk pengamanan data, misalnya dengan menggunakan enkripsi. Kami menemukan beberapa sistem seperti ini. Akibatnya ketika sistem operasi dari komputer atau server yang bersangkutan berhasil dijebol, data dapat diakses oleh pihak yang tidak berwenang. Demikian pula ketika jaringan yang digunakan untuk pengiriman data berhasil diakses oleh pihak yang tidak berwenang, maka data akan kelihatan dengan mudah.

Kesalahan implementasi terjadi pada saat desain diimplementasikan menjadi sebuah aplikasi atau sistem. Sistem informasi diimplementasikan dengan menggunakan software. Sayangnya para pengembang software seringkali tidak memiliki pengetahuan mengenai keamanan sehingga aplikasi yang dikembangkan memiliki banyak lubang keamanan yang dapat dieksploitasi4.

Kesalahan konfigurasi terjadi pada tahap operasional. Sistem yang digunakan biasanya harus dikonfigurasi sesuai dengan kebijakan perusahaan. Sebagai contoh, pemilik sistem membuat kebijakan bahwa yang dapat melihat dokumen-dokumen tertentu adalah sebuah unit tertentu. Namun ternyata konfigurasi dari sistem memperkenankan siapa saja mengakses dokumen tersebut. Selain salah konfigurasi, ada juga permsalahan yang disebabkan karena ketidak-jelasan atau ketidak-adaan kebijakan (policy) dari pemilik sistem sehingga menyulitkan bagi pengelola untuk melakukan pembatasan.

Kesalahan penggunaan terjadi pada tahap operasional juga. Kadang-kadang karena sistem terlalu kompleks sementara sumber daya yang disediakan sangat terbatas maka dimungkinkan adanya kesalahan dalam penggunaan. Sebagai contoh, sistem yang seharusnya tidak digunakan untuk melakukan transaksi utama (misalnya sistem untuk pengembangan atau development) karena satu dan lain hal digunakan untuk production. Hal ini menyebabkan tidak adanya pengamanan yang sesungguhnya. Selain itu ketidak-tersediaan kebijakan juga menyebabkan sistem digunakan untuk keperluan lain. Sebagai contoh, sistem email di kantor digunakan untuk keperluan pribadi.
Kesalahan-kesalahan di atas dapat menimbulkan celah lubang keamanan. Celah ini belum tentu menimbulkan masalah, sebab bisa saja memang celah ada akan tetapi tidak terjadi eksploitasi. Namun celah ini merupakan sebuah resiko yang harus dikendalikan dalam sebuah manajemen keamanan.

Manajemen Keamanan Transaksi Elektronik


Jika melihat masalah-masalah keamanan seperti diutarakan di atas, mungkin kita akan merasa takut untuk menjalankan transaksi elektronik. Sebetulnya masalah keamanan di dunia maya (cyberspace) memiliki prinsip yang sama dengan masalah keamanan di dunia nyata. Masalah keamanan ini dapat kita minimisasi sehingga e-procurement dapat diterima seperti halnya procurement konvensional.
Prinsip dasar dari penanganan atau management keamanan transaksi elektronik adalah meminimalkan dua hal:
  • meminimalkan potensi (probabilitas) terjadinya masalah yang ditimbulkan oleh keamanan;
  • meminimalkan dampak yang terjadi jika masalah tersebut terjadi
Hal yang pertama terkait dengan masalah pencegahan atau preventif. Sementara itu hal yang kedua terkait dengan bagaimana menangani masalah jika terjadi.
Untuk meminimalkan potensi terjadinya masalah dapat dilakukan sebuah security audit dan peningkatan pengamanan. Sebagai contoh, untuk meminimalkan potensi masalah keamanan dari sisi jaringan, dipasang sebuah firewall. Lubang-lubang keamanan yang ditemukan dari proses audit kemudian ditutup.
Sementara untuk meminimalkan dampak dapat dilakukan kajian sebagai bagian dari business impact analysis dan kemudian mengimplementasikan langkah-langkah untuk meminimalkan dampak. Sebagai contoh, apa akibatnya jika server yang digunakan untuk transaksi e-procurement tidak dapat diakses (rusak, terputus)? Berapa biaya yang hilang dari ketidak-tersediaan layanan tersebut? Hal ini dapat dikonversikan ke dalam bentuk finansial. Untuk meminimalkan dampak misalnya dapat diimplementasikan sistem ganda (redundant) dan disaster recovery.

1 Pembahasan tentang hal ini secara lengkap dapat dilihat dari buku Budi Rahardjo, “Keamanan Sistem Informasi Berbasis Internet,” (INDO CISC) yang dapat diperoleh secara gratis dari http://budi.insan.co.id/books/handbook.pdf atau jika berada pada jaringan ITB dapat diperoleh dari http://budi.paume.itb.ac.id/books/handbook.pdf
2 Budi Rahardjo, Andika Triwidada, dan Maman Sutarman, "Security Evaluation Checklist." Proceedings of INA-CISC 2005: Indonesia Cryptology and Information Security Conference. March 30-31, 2005, pp. 135-138.
3 Peter Herzog, “Open-Source Security Testing Methodology Manual,” version 2.1, 2003. Available at http://www.osstmm.org.
4 Greg Hoglund dan Gary McGraw, “Exploiting Software: How To Break Code,” Addison Wesley, 2004.

 
This Theme Modified by Kapten Andre based on Structure Theme from MIT-style License by Jason J. Jaeger